Friday, 14 August 2020

Sedekah Pangkal Kaya

 

Sedekah Pangkal Kaya

Slogan yang sering kita dengar dan bahkan masih kita hafal hingga hari ini adalah hemat pangkal kaya. Slogan itu admin ubah menjadi 'Sedekah Pangkal Kaya' setelah admin temukan hadis yang menyebutkan bahwa tiap hari ada dua malaikat yang turun ke bumi. Malaikat pertama mendoakan agar setiap yang menginfakkan hartanya diberikan ganti oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Malaikat kedua mendoakan agar setiap yang menahan hartanya dari sedekah agar diberikan kehancuran oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.


Admin mengajak seluruh teman-teman untuk memperkaya diri. Mulai kapan? Sejak hari ini hingga nanti Allah mengutus malaikat maut untuk menjemput nyawa kita. Apalah gunanya harta bila hanya untuk disimpan semata di dunia yang pasti akan binasa. Lebih baik kita simpan dan tabung agar kita menjadi kaya kelak saat berada di akhirat.

Jangan berhenti di admin saja ya. Silakan share postingan ini sebanyak-banyaknya agar teman-teman dan kaum muslimin yang lain juga segera bertindak cepat untuk mengkayakan diri.

Semoga Allah senantiasa menjaga keikhlasan kita sehingga seluruh peluh keringat, pikiran dan sumbangsih doa, pikiran, harta dan jerih payah seberapapun besarnya dapat diterima oleh Allah dan menjadi perantara berkumpulnya kita dalam naungan ridho-Nya di surga-Nya, aamiin...
Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Media Kami 
Ig  : nashirulquran.jepara
Fb : nashirulquranjepara
Yt : nashirul quran channel

Gmail : nashirulquran,jepara@gmail.com

Thursday, 2 July 2020

Mumpung Hari Jumat


yuk jadi dermawan...

"Kedermawanan adalah salah satu pohon surga yang dahannya bergelayut di dunia. Barang siapa menggapainya niscaya akan diarahkan menuju surga." (HR. Al-Baihaqi dan Abu Nu'aim)

Media Kami 
Ig  : nashirulquran.jepara
Fb : nashirulquranjepara
Yt : nashirul quran channel
Gm : nashirulquran,jepara@gmail.com

Tuesday, 20 March 2018

MAKALAH BULETIN BULAN DESEMBER 2018

Renungan Akhir Tahun


Setiap tahun berganti berarti umur berkurang. Bagi akal dan jiwa yang sehat jika umur dikurangi tentu akan bersedih, merenung, introspeksi, evaluasi, prihatin serta lebih berhati-hati dalam melangkah. Sangat aneh jika seseorang yang tahu umurnya berkurang malah kegirangan, jingkrak-jingkrak, joged-joged, meniup trompet sambil bakar kembang api.  Kalau perlu kita periksa kesehatan akal dan jiwa, sehingga selalu terjaga dari segala perbuatan dan tindakan yang irrasional.
Allah berfirman :
“ Janganlah kamu ikut-ikutan  terhadap segala sesuatu yang belum kamu miliki pengetahuannya, karena sesungguhnya pendengaran, penghlihatan dan hati  akan diminta pertanggung jawabannya. (Q.S. Al-Isra’ (17) ayat : 36 )
Ada beberapa hal yang menjadi bahan renungan setiap mengakhiri tahun, agar kita mampu mempertanggung jawabkan akal pikiran serta jiwa kita di hadapan Allah SWT.
Pertama,
Allah SWT senantiasa menyuruh kita berbuat dan bertindak Rasional, mengembangkan kreatifitas positif. Segudang kalimat perintah untuk mengaktifkan akal pikiran kita dalam Alquran bisa kita jumpai, misalnya “apakah mereka tidak berfikir”,  “ apakah kamu tidak memakai otak” , “ apakah kamu tidak memperhatikan”, “ apakah kamu tidak mentadabburkan” , “ apakah kamu tidak berjalan di muka bumi kemudian perhatikan “ dan sebagainya.
Prilaku irrasional yang bertentangan dengan akal dan jiwa yang sehat,  tetapi jika dikemas sedemikian rupa dengan gebyar iklannya serta dilakukan banyak orang, bisa mematikan akal sehat. Sekadar contoh mengekspresikan kegembiraan lulus sekolah dengan corat-coret baju, jelas-jelas irrasional. Faktanya dilakukan oleh hampir seluruh siswa, bahkan ada oknum guru yang ikut menandatangi di baju muridnya dengan spidol.
Begitu juga kalo ada orang dewasa meniup lilin pada kue ulang tahun, kemudian diberikan tepuk tangan..? Di mana hebatnya? Biasanya tepuk tangan mengiringi prestasi, terus hebatnya di mana orang dewasa niup lilin..? Kalau dijadikan simbol batas bertambahnya usia, lalu apa hubungannya batas usia dengan lilin..? Nah lho makin banyak kebingungan jika kita mau bertanya kepada akal dan jiwa yang sehat.
Sebentar lagi kita akan menyaksikan di penghujung akhir tahun tengah malam orang-orang yang secara masal melakukan perbuatan dan tindakan irrasional, mulai dari jingkrak-jingkrak, menyanyi, berjoged, bakar kembang api, trek-trekan, konvoi malam, sampai kepada pergaulan bebas. Saat itu akal dan jiwa yang sehat semakin terkekang karena gebyar malam tahun baru didukung oleh media informasi yang sedemikian meriahnya.
Jika akal dan pikiran sehat sudah terkekang maka yang terjadi adalah nafsu semakin liar, buas, ganas, semakin tak terkendali. Larisnya berbagai macam merek kondom satu indikator bahwa perayaan malam tahun baru adalah malam mengumbar nafsu.
Kedua,
Allah SWT telah menjadikan kita makhluk yang paling sempurna (Q.S Attiin (95) ayat : 1 ), Makhluk paling mulai serta dilebihkan dari semua makhluk yang lain (Q.S Al-Isra’ (17) ayat 70 ), serta memberi kedudukan manusia sebagai Khalifatullah fil Ardh (Q.S Al-Baqarah(2)   ayat : 30). Di antara keistimewaan yang diberikan kepada manusia lagi lagi Akal dan pikiran. Dengan akal dan pikiran ini  manusia menjadi makhluk yang berbudaya, makhluk yang berkembang, makhluk yang mempunyai visi , misi serta orientasi serta tujuan hidup yang sangat jauh berbeda dengan binatang.
Aktifitas hari-hari binatang adalah makan, tidur, kawin, buang air terus beranak, anaknya bisa makan lagi, tidur, kawin, buang air dan seterusnya. Apabila akal pikiran manusia tidak dikembangkan untuk menjaga visi, misi serta orientasi yang jelas berbeda, maka fungsinya hanya akan berkembang untuk mempercanggih sarana aktifitas kehewanan, budayanya berkembang hanya untuk melengkapi serta memfasilitasi nafsu hewannya, makan dengan piring, tidur dengan kasur, buang air dengan toilet dan seterusnya, tujuannya tetap sama makan, tidur, kawin, buang air, beranak, anaknya bisa makan, tidur, kawin, buang air dan seterusnya .
Allah SWT berfirman : “Orang-orang kafir (kerjaannya hanya) bisa bersenang-senang, dan mereka hanya memikirkan makan dan minum persis sama dengan makan dan minumnya hewan…  (Q.S. Muhammad(47) ayat : 12 )
Menjaga harga diri kita sebagai manusia, berarti menjaga akal dan pikiran kita agar tidak terkekang oleh hawa nafsu, agar terpelihara dari segala tindakan dan aktifitas yang tidak masuk akal, agar kita melangkah dengan penuh kepastian, agar kita mampu menatap masa depan dengan tajam sampai ke negeri akhirat, agar kita tidak melakukan aktifitas dan tindakan murahan, amoral serta harus berbeda dengan binatang dan makhluk lainnya. Mudah-mudahan main Facebook nya kita juga bukan hanya mencari kesenangan dan kenikmatan.
Ketiga
Allah SWT, menyuruh kita agar memelihara dari segala perkataan dan perbuatan jangan sampai ada yang sia-sia (Q.S Al-Mu’minuun(23) ayat : 3 ). Ukuran perbuatan seseorang itu sia-sia atau tidak, sangat jelas, apabila seluruh aktifitas kita dalam rangka zikir dan fikir (dalam arti luas), maka itulah aktifitas yang bermanfaat (Q.S Ali Imran (3) ayat : 190-191)
Percayalah tidak akan bisa membawa ketenangan dan kebahagiaan yang hakiki jika hanya memenuhi keinginan nafsu. Yang ada cuma kesenangan dan kenikmatan, semakin dipenuhi semakin haus, semakin menuntut, tak akan berakhir, tak berujung, tak akan puas, kalaupun terjadi kepuasan itu hanya ada pada detk-detik pertama saja selanjutnya akan muncul tuntutan yang jauh… lebih besar lagi.. Begitulah sifat nafsu manusia.
Keempat ,
Terjadi pemborosan/mubazzir yang luar biasa, dengan segala atribut dan perlengkapan termasuk pembakaran kembang api besar-besaran. Allah SWT berfirman bahwa Mubazzir/Pemborosan itu adalah saudaranya setan. Dan setan itu selalu mengajak ke Neraka. (Q.S Al-Israa’ (17) ayat : 27). Pemborosan yang paling besar dan banyak adalah kerugian  Sumber Daya Manusia, berupa  menghambur-hamburkan waktu, tenaga, pikiran, perasaan dengan rela menunggu sampai tengah malam hanya untuk pesta-pesta, menyanyi, jingkrak-jingkrak, jogged, meniup trompet, bakar kembang api dan sebagainya.
Setan punya strategi secara bertahap, kalau sekarang belum semua melakukan, paling tidak opini umum terbentuk lebih dahulu, bahwa di balik acara tahun baru ada acara kebebasan yang sangat menyenangkan dan penuh kenikmatan biologis. Lama-lama kelaman akan bisa sama seperti di Negara-negara lainnya, kebebasan tanpa batas. Nauzubillah min dzalik.
Mudah-mudahan kita masih punya akal sehat, jiwa  bersih, pikiran  kritis, sehingga kita mampu menangkap fenomena dan fakta apa yang sedang terjadi sesungguhnya. Mudah mudahan pula kita masih punya kekuatan untuk bisa berkorban apa saja dari segala yang kita miliki, demi keutuhan rumah tangga dan keselamatan anak-anak kita. Amiin…

MAKALAH BULETIN BULAN NOVEMBER 2017

PELAJARAN KISAH HIDUP SEORANG QARUN DAN KESOMBONGANNYA



Kisah hidup seorang yang kaya raya dan sombong lagi angkuh tertulis dengan tinta sejarah dan diabadikan di dalam kitab suci Al-Qur’an agar umat-umat setelahnya dapat mengambil pelajaran.
Kisah tersebut termaktub di dalam firman Allah Al-Qur’an surat Al-Qasas (cerita-cerita) ayat 76-84

“Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri". Qs Al-Qasas 76
Seorang tersebut bernama Qarun dari bani Isral. Dikatakan dalam salah satu riwayat dia adalah masih salah satu kerabat dari Nabi Musa Alaihis Salam. Allah telah menganugerahinya kekayaan harta yang melimpah ruah hingga kunci gudang hartanya dibuat sangat besar, yang hanya penjaga-penjaga kekar dan kuat yang dapat mengangkat kunci tersebut.
Orang-orang saat itu berkata kepada Qarun : “janganlah kamu terlalu bangga (dengan hartamu yang banyak itu) sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu bangga diri, berifaklah di jalan Allah dengan hartamu yang melimpah itu tapi jangan lupakan bagian untuk duniamu”
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” Qs Al-Qasas 77
“Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” Qs Al-Qasas 78
Akan tetapi Qarun berkata kepada orang-orang dengan sombong dan angkuh : “harta yang aku miliki ini adalah semata-mata adalah dari usahaku”
Dia mengingkari bahwa semua hartanya adalah pemberian dan anugrah dari Allah Subhanahu Wataala Robb Yang Maha Kaya. Maka tidak perlu dipertanyakan lagi apa akibat dari perbuatan dosanya (sombong kepada Allah dan manusia) karena sudah baginya pasti adzab dan siksa yang pedih.
“Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". Qs Al-Qasas 79
Maka tatkala Qarun keluar dengan pamer kemegahanya dan perhiasannya, orang-orang yangmelihatnya iri dengan kekayaan hartanya bergumam “seandainya saja aku juga punya harta sebanyak yang dipunyai Qarun, sungguh pasti aku sangat bahagia”
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar". Qs Al-Qasas 80
Akan tetapi orang-orang yang berilmu mereka tidak tergiur atau pun iri dengan kekayaan Qarun yang melimpah itu dikarenakan ilmu yang mereka miliki. Mereka tahu bahwa harta dunia dapat melalikan manusia dari bersyukur kepada Allah dan bersikap sombong di muka bumi yang dapat berujung kenistaan dan keninaan di akhirat kelak. Orang-orang saleh (yang berimu) mereka berkata kepada orang-orang yang iri : “celaka kalian, padalah balasan Allah di akhrit kelak lebih baik bagi orang beriman dan amal saleh dan balasan tersebut (di akhirat) tidak diberikan kecuali untuk orang yang bersabar
Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Qs Al-Qasas 81
Sebab kesombongan sang Qarun itu Allah timpakan adzam di dunia. Yaiutu Allah benamkan dia ke dalam perut bumi beserta rumah dan seisinya. Tak tersisa sedikit pun dari harta kekanyaannya yang terseisa.
“Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)". Qs Al-Qasas 82
Setelah menyaksikan kehancuaran dan adzab dengan mata kepala mereka sendiri, barulah orang-orang yang kemarin iri dengan harta Qarun mereka tersadar atas angan-angan mereka dan mereka sangat menyesal. Hampir saja mereka mengutuk diri mereka sendiri.
Akhirnya mereka bertobat dan memohon ampunan dari Allah Rabb Yang Maha Pengasih dan Pengampun. Mereka menyesali atas perkatanan dan perbuatan kufur mereka, dan mereka kembali ke jalan Allah bersama Nabi Musa rasul utusan-Nya. Kemudaian Allah menutup kisah Qarun tersebut di dalam ayat selanjutnya.
“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan”. Qs Al-Qasas 83-84

Barokallahu fikum...

Tuesday, 5 December 2017

MAKALAH BULETIN BULAN OKTOBER 2017




MENGENAL SIFAT ZUHUN

A. Menurut bahasa:

  • Lawan kata dari menyenangi,
  • Meninggalkan sesuatu dan berpaling darinya,
  • Berpalingnya kecintaan terhadap sesuatu kepada yang lebih baik darinya

B. Menurut istilah:

adalah tak tergantungnya keinginan hati dan jiwa dengan kenikmatan kehidupan dunia, kegemerlapannya dan keindahannya.

DALIL-DALIL TENTANG ZUHUD

Al Qur’an:

Artinya: "Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. "(QS. Al A’la :16-17)
Dan di surat yang lain
Artinya: "Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al Anfal: 67)

Al Hadits:

Artinya: "Dari al Mustaurid bin Saddad alfahri berkata, bersabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam: ”Tidaklah dunia dibanding dengan akherat kecuali seperti salah seorang darimu mencelupkan jarinya dilaut maka lihatlah apa yang tersisa" (H.R. Muslim) 
Artinya: "Dari Sahl bin Sa’din As Sya’idi berkata:”seorang lelaki datang kepada Nabi SAW dan berkata:”Wahai Rasulullah tunjukkan kepadaku amalan yang jika aku mengerjakannya maka aku akan dicintai Allah, dan dicintai manusia, maka beliau bersabda:”Zuhudlah didunia niscaya kamu akan dicintai Allah, Dan zuhudlah apa yang ada ditangan manusia niscaya kau akan dicintai oleh menusia." (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lainnya) 
Artinya: "Dari Jabir bahwa nabi SAW memasuki sebuah pasar dan manusia berada disekelilinganya dan dihadapkan seekor anak kambing tuli lagi mati, maka dihidangkannya dan diambil telinganya baliau bersabda:”Siapa darimu yang menginginkan ini dengan dirham? Mereka berkata kami tak menginnginkannya dan tak condong kepadanya. Beliau bersabda: “Apakah kalian mau itu untukmu? Demi Allah seandainya anak kambing  itu hidup akan menjadi aib, karena ia tuli bagaimana pula dia sekarang mati?” Beliau bersabda: ”Demi Allah, dunia itu lebih hina dihadapan Allah dibanding ini bagimu” (HR. Muslim)

POTRET KEZUHUDAN RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WASALLAM.

Yahya bin Hakim bercerita padaku berkata Abu Dawud bercerita padaku Dia berkata: ”Saya diberitahu Amru bin Murrah dari Ibrahim dari Alqomah dari Abdullah berkata: ”Nabi shalallahu 'alaihi wasallam tidur di atas tikar maka membekas pada kulitnya, saya berkata: “Demi bapak dan ibuku ya Rasulullah, seandainya anda memberitahukan pada kami maka akan kami beri tempat tidur yang dapat melindungi anda.” Berkata Rasulullah SAW: ”Tidaklah aku dan dunia ini melainkan saya dan dunia ini seperti pejalan kaki yang berlindung dibawah pohon kemudian istirahat dan meninggalkannya.”
Begitulah gambaran tentang betapa zuhudnya Rasulullah sampai beliau tidak tidur di atas kasur yang embuk bagus dan mewah seperti seorang raja padahal beliau lebih mulia dan tinggi kedudukannya dari seorang raja.
Apakah beliau tidak bisa atau tidak mampu tidur di atas kasur yan glebih baik? Kalau senadainya beliau mau tentunlah bisa, bahkan bisa sekali. Akan tetapi rosulullah zuhud terhadap dunia ini sampai dunia ini di mata beliau sangat lah hina dina. Tidak lah ada kehidupan yang lebih baik melainkan kehidupan yang hakiki di akhirat nanti.

Wallahua’alam

MAKALAH BULETIN BULAN JULI 2017

CINTA KEPADA ALLAH & ROSUL-NYA BUKTI KESEMPURNAAN IMAN DAN ISLAM



Allah berfirman di dalam Kitabullah Al-karim, Al-Qur’an:
Katakanalah: jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan RosulNya dan berjihad dijalanNya maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan Nya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS. At-Taubah: 24)
Berikut adalah beberapa poin pembahasan terkait ayat di atas.
  1. Bahwa mencintai Allah & RosulNya adalah bukti kesempurnaan iman dan kebagusan islam.
Dari Abu Hurairoh ra bahwa Nabi saw bersabda:


Ada tiga perkara, barangsiapa yang telah memiliki niscaya dia telah mendapatkan manisnya iman: yaitu hendaklah Allah dan Rosul lebih dicintai kepadanya dan selain keduanya, hendaklah dia mencintai seseorang yang diatidak mencintainya kecuali karena Allah dan hendaklah dia benci kembali kepada kekufuran sebagaimana dia benci dilemparkan kedalam api. (HR. Muslim)Cinta dunia dan takut mati adalah sebab kehancuran umat islam.


  1. Bahwa mentaati Allah, beribadah kepada-Nya dan mentaati RosulNyad dan mengamalkan sunahnya lebih didahulukan atas keluarga, harta dan anak yang ia cintai.
Allah berfirman :


“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RosulNya telah menetapkan suatu ketetapan, aka nada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RosulNya, maka sungguh sia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al Ahzab : 36)


  1. Allah mengancam dengan adzab adan siksa-Nya bagi yang lebih mengutamakan cintanya kepada selain Allah dan Rosul.


Berkata syaikh Abdurrohman bin as sa’dy :


Dan ayat yang mulia ini (surat At-Taubah: 24) dalil yang paling kuat atas wajibnya mencintai Allah dan RosulNya dan wajibnya mengutamakannya atas kecintaan kepada segala sesuatu, dan ancaman keras atas orang yang menjadikan sesuatu yang disebutkan dalam ayat ini lebih dicintai dari Allah dan RosulNya serta jihad di jalan Allah swt.


Dari Annas bin Malik ra, telah bersabda Rosulullah saw bersabda :
“Tidaklah beriman salah satu diantara kalian hingga aku lebih dicintai kepadanya dari orang tuanya. Anaknya dan manusia semuanya. (HR. Muslim)


  1. Cinta dunia dan takut mati adalah musibah dan kehancuran umat islam. Penyakit ini timbul dari mengabaikan cinta kepada Allah dan rosul-Nya
Rosulullah saw bersabda :


“Hampir-hampir umat manusia mengelilingi (mengepung) atas kalian sebagaimana orang-orang yang makan mengelilingi (mengepung) hidangan makannya lalu seseorang berkata: apakah pada hari itu kita sedikit (jumblahnya) ? beliau berkata: bahkan (jumblah) kalian pada hari itu sangat banyak, akan tetapi kalian bagaikan buih yang mengalir, dan sungguh Allah mencabut dari dada (hati) musuh kalian rasa takut dari kalian, dan sungguh dia telah mencampakan dalam hati-hati kalian penyakit wahn. Lalu dia berkata: wahai Rosulullah apa itu wahn ? beliau menjawab: cinta dunia dan takut mati”. (HR Abu Dawud)
Pada kesimpulannya adalah bahwa cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah adalah cinta yang paling utama. Dan wajib diutamakan oleh seorang hamba dari cinta kepada apa saja selain dari keduanya, dari perkara duniawi yang sifatnya fana (tidak kekal) baik itu orang tua, anak, saudara, istri, keluarga, harta, bisnis, rumah.
-----الحمد لله رب العالمين-------

Tuesday, 10 October 2017

MAKALAH BULETIN BULAN SEPTEMBER 2017


JANGAN ISROF (BERLEBIHAN)
Allah berfirman :
قل ياعبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إن الله يقفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم (الزمر: 53)
Katakanlah,” wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri ! janganlah kamu berputus asa dari rahmat allah.  Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semaunya. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh dialah yang maha pengampun maha penyayang. (QS. Az zumar: 53)
Nabi Muhammad saw bersabda :
Makanlah kalian, bersedekahlah dan pakailah dalam keadaan tidak isrof dan sombong. (HR. An Nisa’)
  1. Isrof adalah sifat yang tercela.
Berkata ar roghif tentang isrof :
“Perbuatan melampaui batas dalam setiap perbuatan yang dilakukan manusia, meskipun makna hal tersebut lebih dikenal dalam infak.
Safiyan bin Uyainah ra berkata :
“Apa yang engkau infakan dalam selain taat kepada Allah adalah isrof meskipun hal tersebut sedikit”
Sebagian ulama membedakan antara tabdzir dan isrof yang terhadap larangan dalam firman Allah:
“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Robnya.” (QS al isro’: 27)
Lalu mereka mengatakan : sesungguhnya tabdzir adalah membelanjakan harta bukan pada tempatnya, baik dalam kemaksiatan atau dalam hal-hal yang tidak ada faedah baik berupa permainan atau terlalu mudah dalam membelanjakan harta. Adapun isrof adalah melebih-lebihkan dalam makanan, minuman dan pakaian tanpa ada kebutuhan.
  1. Allah memuji hamba-hamba Nya yang sederhana (tidak kikir dan isrof).
Allah berfirman :
Dan (termasuk hamba-hamba Allah yang maha pengasih) orang-orang yang apabila menghiyakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir, diantara keduanya secara wajar. (QS. Al Furqon: 67)
Ibnu Katsir ra berkata :
“dan orang-orang yang apabila mereka menginfakkan, mereka tidak isrof dan tidak bakhil yaitu mereka tidak termasuk orang yang tabdzir dalam berinfak. Lalu merekamembelanjakan harta diatas kebutuhan, dan tidak pula menjadi orang-orang yang bakhil atas keluarganya,lalu mereka mengurang-ngurangkan haknya, lalu mereka tidak memberi kecukupan bahkan mereka berlaku adil dan selalu berbuat baik, dan sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan, tidak ini isrof dan tidak pula yang ini (bakhil).
Mujahid ra berkata :
“Seandainya manusia mengifakan hartanya semua dalam kebenaran bukanlah dia termasuk orang yang tabdzir,dan seandainya dia mengiyakan satu mud saja bukan dalam kebutuhan niscaya dia termasuk orang yang melakukan tabdzir”
  1. Contoh perbuatan isrof yang terjadi pada sebagian manusia.
  1. Isrof dalam penyajian makanan pada acara walimahan dan resepsi pernikahan dan acara yang lainnya kecil atau besar dimana disajikan makanan-makanan yang melebihi kecukupan.
  2. Isrof dalam menggunakan nikmat air.
Dari hadits Anas ra :
“Bahwa nabi saw berwudhu dengan satu mud dan mandi dengan satu sho’ hingga lima mud. (HR. Bukhori dan Muslim)
  1. Isrof dalam menggunakan nikmat harta.
Dari khoulah Al Anshoriyah berkata: saya menedengar Nabi saw berkata:


إن رجالا يتخوضون في مال الله بغير حق فلهم النار يوم القيامة


Sesungguhnya ada orang laki-laki membelanjakan pada harta Allah bukan dengan cara yang benar maka baginya neraka pada hari kiamat. (HR. Bukhori)
Termasuk dalam hadits diatas yaitu mereka bepergian ke negri-negri orang non muslim, lalu mereka mengeluarkan hartanya dalam jumblah yang sangat besar, mereka telah menghimpun dua kemaksiatan yaitu:
Pertama,bepergian ke negri-negri orang non-muslim, padahal nabi saw telah melarangnya.Dari jabir ra bahwa nabi saw bersabda :
“Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal bersama orang-orang musyrik, agar tidak kelihatan dua api bercampur. (HR Tirmidzi) “
Kedua, menguatkan perekonomian Negara-negara kafir tersebut dengan harta ini yang dibelanjakan didalamnya.
Kita berlindung dari perbuatan yang melapaui batas (isrof) dan memohon pertolongan Allah agar kita menjadi hambaAllah yang bersyukur


-----الحمد لله رب العالمين-------

Tuesday, 5 September 2017

MAKALAH BULETIN BULAN AGUSTUS 2017



Makna Kebahagiaan Yang Hakiki
Di momen yang bersejarah ini. 17 Agustus,  menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa indonesia. Hari itu menjadi peringatan kemerdakan bangsa ini. Kita adalah genesari yang menikmati hasil dari perjuangan para pendahulu kita dan para pahlawan kita. Melalui jirih payah dan pengorbanan dengan darah mereka, kita... hari ini merasakan nikmat nya kemerdakan. Kita harus bersyukur kepada Allah Sang Robb semesta alam atas anugerah dan karunia terhadap bangsa ini.
Memang Kemerdekaan adalah suatu kebahagian yang sangat besar akan tetapi ada lagi kebahagian yang lebih besar lagi dari itu
Yaitu Kampung Akhirat Surga milik Allah ta’ala. Karena hakikat apa yang ada di dunia ini adalah fana dan sementara, sedangkan akhirat adalah kekal selamanya. Maka kebahagian yang kita rasa hari ini bukanlah kebahagian yang abadi karena suatu saat kapan saja bisa hilang dan pergi.
Allah berfirman dalam surat Ali Imron 185
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
Dan firman-Nya di surat Al-mukmin ayat 39
“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.”
Setelah kita sadar bahwa kehidupan dan kebagiaan di dunia ini adalah sementara, dan kita sadar akan kehidupan dan kebagiaan yang kekal adalah di akhirat sana kita tidak terlena dengan tipuan setan dan sekutunya.
Banyak diantara manusia yang tertipu dan terperdaya dengan tipu muslihat setan. Sehingga mereka lebih memilih kehidupan, kenikmatan dan kebahagian yang semu ini (yaitu di dunia) daripada yang kekal selamanya di akhirat sana.
Mereka adalah golongan manusia yang melampaui batas, padahal Allah SWT tidak menyukai perbuatan yang melapaui batas.
Nasib orang-orang tersebut adalah kesengsaraan di akhirat kelak. Dan sebaliknya bagi orang yang menahan hawa nafsunya terhadap kenikmatan dan kebahagian yang semu ini dan tidak terlena terhadap dunia nasib mereka adalah bahagia di jannah (surga)
Firman Allah dalam surat Annaziat 37-41
“37. Adapun orang yang melampaui batas,
38. dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
39. maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).
40. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
41. maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).”
Rosulullah SAW bersabdah ; dari hadist Abu Malik al-Asy'ari dalam harist yang panjang
كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا
“Setiap manusia adalah berusaha, (diibaratkan berdagang) maka ada orang yang menjual dirinya sehingga (dia utung) artinya membebaskan dirinya atau (dia rugi) artinya menghancurkannya."
Membebaskan diri di hadist ini artinya adalah merdeka dari siksa api neraka dan hancur di sini artinya adalah sengsara disiksa di neraka. Naudzubillah mindalik

Semoga dapat menjadi hamba Allah yang bersyukur dan tidak menjadi hamba yang melapaui batas. Barokallahu....